Artikel Terbaru

xTuple PostBooks : Aplikasi ERP Opensource Multi Sistem Operasi

PDF

Jika Anda ingin me-manage bisnis Anda menjadi lebih teratur tetapi tidak punya modal besar untuk berinvestasi pada aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) yang sangat membantu mengatur proses bisnis sebuah organisasi perusahaan, maka kini Anda tidak perlu bimbang karena Anda dapat mengandalkan aplikasi opensource bernama xTuple PostBooks.


xTuple PostBooks adalah aplikasi opensource dengan fitur akuntansi lengkap yang terintegrasi, ERP, dan sistem CRM (Customer Relationship Management). Dibangun dengan database PostgreSQL yang berbasis opensource, Qt framework yang berbasis opensource untuk C++. xTuple PostBooks adalah aplikasi opensource ERP yang memiliki kekuatan dan fleksibilitas yang tinggi untuk berbagai macam usaha dan industri dari berbagai ukuran.

xTuple PostBooks meliputi akuntansi (accounting), penjualan (sales), CRM, pembelian (purchasing), definisi produk (product definition), inventarisasi dan distribusi (inventory and distribution), light manufacturing, OpenRPT, dan lain-lain.

xTuple PostBooks berjalan sama baiknya pada Windows, Linux, dan Mac. xTuple PostBooks juga berjalan dengan multi-mata uang, dukungan untuk struktur pajak berganda, dan translasi paket multi bahasa yang dikelola oleh komunitas. xTuple PostBooks dilisensikan di bawah  CPAL, OSI Common Attribution, bersertifikat Public License atau lisensi komersial xTuple.

Bagaimana untuk memulai? Dan bagaimana untuk menginstal xTuple PostBooks di Ubuntu? Mari ikuti cara berikut:

1. Buka web xTuple di http://www.xtuple.com/ atau di http://www.xtuple.org/



2. Lalu klik menu Download, pilih SourceForge Project. Atau bisa langsung ke http://sourceforge.net/projects/postbooks/




3. Setelah Anda mendownload file xTuple-3.6.0-linux-installer.bin ([nama_file]), biasanya file hasil mendownload ada di folder /Downloads. Silakan buka Terminal Command (Applications >> Accessories >> Terminal). Lalu masukkan perintah berikut:

$ cd Downloads/
~/Downloads$ chmod 777 [nama_file]
~/Downloads$ sudo ./[nama_file]

Jika ditanyakan password, maka masukkan password user Ubuntu Anda.




4. Masukkan password PostgreSQL yang Anda inginkan, harap jangan dilupakan!




5. Jika Anda tidak ingin mendaftar di xTuple, silakan abaikan. :D




6. Sampai tahap ini Anda bisa mengikuti bagaimana cara untuk login ke dalam aplikasi xTuple PostBooks di http://www.xtuple.com/how-do-I-login-to-xTuple-PostBooks

7. Setelah selesai login silakan Anda kelola proses bisnis usaha Anda. :D




Selamat mencoba, bloggers! :)

Baca selengkapnya...

Opensource vs Proprietary = Idealisme vs Realitas

PDF

Opensource vs Proprietary = Idealisme vs Realitas
Dari berbagai macam statistik dari seluruh badan statistik yang ada di dunia ini mungkin Indonesia tidak bisa memungkiri bahwa negara yang kita cintai ini termasuk dalam salah satu negara miskin di dunia dengan angka kemiskinan dan kebodohan yang tinggi. Anggaran sebesar 20% untuk pendidikan pun saya rasa tidak cukup karena dari 20% yang dianggarkan sudah (pastinya) disunat sana-sini. Harap maklum. Bukan masalah itu yang akan saya bahas kali ini. Hal penting yang akan saya bahas pada artikel kali ini adalah terkait opensource versus proprietary dan hubungannya dengan idealisme versus realitas.

Opensource, sudah kita kenal pada hakikatnya, mempunyai konsep berbagi dengan asas memperoleh manfaat tanpa batas dan didukung oleh komunitasnya masing-masing. Konsep berbagi ini secara utuh memberikan manfaat bagi para penggunanya dengan biaya yang kecil dikarenakan ada rasa kemanusiaan di dalamnya. Sebaliknya dengan proprietary yang mempunyai konsep komersil, jelas biaya yang tidak kecil untuk membayar lisensinya. Idealisme adalah rasa di mana selayaknya kondisi tertentu pantas dilakukan dengan menjauhi hal-hal yang tidak diinginkan dari kondisi ideal yang telah menjadi lumrah di mata masyarakat. Dan realitas merupakan kondisi nyata yang sesungguhnya terjadi di mana segala sesuatunya berjalan apa adanya tanpa memikirkan rasa idealisme yang ada di mata khalayak umum.

Indonesia kita ketahui mempunyai anggaran yang tergolong kecil untuk negara sebesar ini, Nusantara rupanya terlalu luas dan kompleks dengan berbagai macam urusan di dalamnya, sehingga anggaran yang ada sebisa mungkin dihemat agar segala kebutuhan bangsa ini bisa terkoordinasi dengan baik. Memang mudah untuk berucap, tetapi setidaknya ada usaha untuk ke sana. Di negara ini kita ketahui bahwa pembajakan menjadi hal yang biasa, entah tabiat dari mana, yang jelas ini bukan contoh yang baik untuk ditiru. Idealnya, dengan anggaran yang kecil, kita (seharusnya) harus menggalakkan penggunaan opensource di segala bidang teknologi informasi pemerintahan (e-government dan e-governance), sehingga anggaran bisa dihemat baik dari mata anggaran belanja (pengadaan) maupun mata anggaran pemeliharaan (maintenance).

Penggalakkan ini harus dilakukan jika memang ada niatan yang serius dari pemerintah untuk menciptakan Indonesia Goes Open Source (IGOS). Contohlah Bangladesh, negara miskin yang sukses dengan program pengaplikasian opensource di kalangan pemerintahan mereka. Dengan anggaran yang minim mereka tahu untuk tidak memboroskan uang mereka pada produk proprietary, dan lebih menggalakkan penggunaan opensource di tiap elemen pemerintahan yang tidak kalah berkualitas dengan produk-produk proprietary. Akan tetapi, di sinilah letak idealisme melawan realitas yang saya maksud, idealnya dengan negara berpendapatan rendah seperti Indonesia ini seharusnya tahu cara untuk menghemat biaya pengeluaran anggaran, APBN, dengan menggunakan produk opensource dibanding menggunakan produk proprietary.

Permasalahan yang muncul adalah malasnya masyarakat kita untuk bangun dari ketergantungan dengan produk proprietary, padahal kita tahu bahwa dana untuk membeli kebutuhan sehari-hari saja masih sulit apalagi untuk membeli produk-produk proprietary, sehingga pembajakan terhadap produk proprietary sudah menjadi hal yang biasa. Realitas ini yang menjadi hambatan Indonesia untuk maju dan berkembang dalam dunia teknologi informasi yang mandiri, khususnya di sektor pemerintahan yang menjadi garda terdepan dalam mendorong berjalannya IGOS.

Ingatlah ketika kita pertama kali menggunakan produk-produk proprietary, pasti kita juga tidak langsung bisa menggunakannya bukan? Sama halnya dengan produk-produk opensource, jika kita tidak belajar untuk mencoba dan mencintai, maka kita tidak akan tahu apa saja manfaat yang bisa kita ambil dengan menggunakannya. Semoga setelah Anda membaca artikel ini Anda mempunyai niatan yang kuat untuk beralih menggunakan opensource. Salam. :)

Baca selengkapnya...

Di Belakang Layar


Blog ini milik Aprillio Latuminggi.
"Dilarang mengambil konten yang ada di sini tanpa izin ybs.
Ayo kita gali kreativitas dan kemurnian sebuah blog. Jangan hanya copy-paste kawanku.
Semua usaha harus dihargai jika kamu juga ingin dihargai."
Page copy protected against web site content infringement by Copyscape Latuminggi: You Comment I Follow Web directory Indonesia, daftarkan situs internet anda disini

DarwinsWeb.com has further information about Teknologi. Blog Directory

Directory World Get Gold Prospecting today. This site is listed under Masyarakat Directory

Alnect computer Blog Contest

Blogwalkers Box

Komentar Terbaru

Teman M.O.L