Artikel Terbaru

Latuminggi Live Chat
Pesta Blogger 2010 Zekr: Download Qur'an Study Software for Windows, Mac, and Linux

xTuple PostBooks : Aplikasi ERP Opensource Multi Sistem Operasi

PDF

Jika Anda ingin me-manage bisnis Anda menjadi lebih teratur tetapi tidak punya modal besar untuk berinvestasi pada aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) yang sangat membantu mengatur proses bisnis sebuah organisasi perusahaan, maka kini Anda tidak perlu bimbang karena Anda dapat mengandalkan aplikasi opensource bernama xTuple PostBooks.


xTuple PostBooks adalah aplikasi opensource dengan fitur akuntansi lengkap yang terintegrasi, ERP, dan sistem CRM (Customer Relationship Management). Dibangun dengan database PostgreSQL yang berbasis opensource, Qt framework yang berbasis opensource untuk C++. xTuple PostBooks adalah aplikasi opensource ERP yang memiliki kekuatan dan fleksibilitas yang tinggi untuk berbagai macam usaha dan industri dari berbagai ukuran.

xTuple PostBooks meliputi akuntansi (accounting), penjualan (sales), CRM, pembelian (purchasing), definisi produk (product definition), inventarisasi dan distribusi (inventory and distribution), light manufacturing, OpenRPT, dan lain-lain.

xTuple PostBooks berjalan sama baiknya pada Windows, Linux, dan Mac. xTuple PostBooks juga berjalan dengan multi-mata uang, dukungan untuk struktur pajak berganda, dan translasi paket multi bahasa yang dikelola oleh komunitas. xTuple PostBooks dilisensikan di bawah  CPAL, OSI Common Attribution, bersertifikat Public License atau lisensi komersial xTuple.

Bagaimana untuk memulai? Dan bagaimana untuk menginstal xTuple PostBooks di Ubuntu? Mari ikuti cara berikut:

1. Buka web xTuple di http://www.xtuple.com/ atau di http://www.xtuple.org/



2. Lalu klik menu Download, pilih SourceForge Project. Atau bisa langsung ke http://sourceforge.net/projects/postbooks/




3. Setelah Anda mendownload file xTuple-3.6.0-linux-installer.bin ([nama_file]), biasanya file hasil mendownload ada di folder /Downloads. Silakan buka Terminal Command (Applications >> Accessories >> Terminal). Lalu masukkan perintah berikut:

$ cd Downloads/
~/Downloads$ chmod 777 [nama_file]
~/Downloads$ sudo ./[nama_file]

Jika ditanyakan password, maka masukkan password user Ubuntu Anda.




4. Masukkan password PostgreSQL yang Anda inginkan, harap jangan dilupakan!




5. Jika Anda tidak ingin mendaftar di xTuple, silakan abaikan. :D




6. Sampai tahap ini Anda bisa mengikuti bagaimana cara untuk login ke dalam aplikasi xTuple PostBooks di http://www.xtuple.com/how-do-I-login-to-xTuple-PostBooks

7. Setelah selesai login silakan Anda kelola proses bisnis usaha Anda. :D




Selamat mencoba, bloggers! :)

Baca selengkapnya...

Opensource vs Proprietary = Idealisme vs Realitas

PDF

Opensource vs Proprietary = Idealisme vs Realitas
Dari berbagai macam statistik dari seluruh badan statistik yang ada di dunia ini mungkin Indonesia tidak bisa memungkiri bahwa negara yang kita cintai ini termasuk dalam salah satu negara miskin di dunia dengan angka kemiskinan dan kebodohan yang tinggi. Anggaran sebesar 20% untuk pendidikan pun saya rasa tidak cukup karena dari 20% yang dianggarkan sudah (pastinya) disunat sana-sini. Harap maklum. Bukan masalah itu yang akan saya bahas kali ini. Hal penting yang akan saya bahas pada artikel kali ini adalah terkait opensource versus proprietary dan hubungannya dengan idealisme versus realitas.

Opensource, sudah kita kenal pada hakikatnya, mempunyai konsep berbagi dengan asas memperoleh manfaat tanpa batas dan didukung oleh komunitasnya masing-masing. Konsep berbagi ini secara utuh memberikan manfaat bagi para penggunanya dengan biaya yang kecil dikarenakan ada rasa kemanusiaan di dalamnya. Sebaliknya dengan proprietary yang mempunyai konsep komersil, jelas biaya yang tidak kecil untuk membayar lisensinya. Idealisme adalah rasa di mana selayaknya kondisi tertentu pantas dilakukan dengan menjauhi hal-hal yang tidak diinginkan dari kondisi ideal yang telah menjadi lumrah di mata masyarakat. Dan realitas merupakan kondisi nyata yang sesungguhnya terjadi di mana segala sesuatunya berjalan apa adanya tanpa memikirkan rasa idealisme yang ada di mata khalayak umum.

Indonesia kita ketahui mempunyai anggaran yang tergolong kecil untuk negara sebesar ini, Nusantara rupanya terlalu luas dan kompleks dengan berbagai macam urusan di dalamnya, sehingga anggaran yang ada sebisa mungkin dihemat agar segala kebutuhan bangsa ini bisa terkoordinasi dengan baik. Memang mudah untuk berucap, tetapi setidaknya ada usaha untuk ke sana. Di negara ini kita ketahui bahwa pembajakan menjadi hal yang biasa, entah tabiat dari mana, yang jelas ini bukan contoh yang baik untuk ditiru. Idealnya, dengan anggaran yang kecil, kita (seharusnya) harus menggalakkan penggunaan opensource di segala bidang teknologi informasi pemerintahan (e-government dan e-governance), sehingga anggaran bisa dihemat baik dari mata anggaran belanja (pengadaan) maupun mata anggaran pemeliharaan (maintenance).

Penggalakkan ini harus dilakukan jika memang ada niatan yang serius dari pemerintah untuk menciptakan Indonesia Goes Open Source (IGOS). Contohlah Bangladesh, negara miskin yang sukses dengan program pengaplikasian opensource di kalangan pemerintahan mereka. Dengan anggaran yang minim mereka tahu untuk tidak memboroskan uang mereka pada produk proprietary, dan lebih menggalakkan penggunaan opensource di tiap elemen pemerintahan yang tidak kalah berkualitas dengan produk-produk proprietary. Akan tetapi, di sinilah letak idealisme melawan realitas yang saya maksud, idealnya dengan negara berpendapatan rendah seperti Indonesia ini seharusnya tahu cara untuk menghemat biaya pengeluaran anggaran, APBN, dengan menggunakan produk opensource dibanding menggunakan produk proprietary.

Permasalahan yang muncul adalah malasnya masyarakat kita untuk bangun dari ketergantungan dengan produk proprietary, padahal kita tahu bahwa dana untuk membeli kebutuhan sehari-hari saja masih sulit apalagi untuk membeli produk-produk proprietary, sehingga pembajakan terhadap produk proprietary sudah menjadi hal yang biasa. Realitas ini yang menjadi hambatan Indonesia untuk maju dan berkembang dalam dunia teknologi informasi yang mandiri, khususnya di sektor pemerintahan yang menjadi garda terdepan dalam mendorong berjalannya IGOS.

Ingatlah ketika kita pertama kali menggunakan produk-produk proprietary, pasti kita juga tidak langsung bisa menggunakannya bukan? Sama halnya dengan produk-produk opensource, jika kita tidak belajar untuk mencoba dan mencintai, maka kita tidak akan tahu apa saja manfaat yang bisa kita ambil dengan menggunakannya. Semoga setelah Anda membaca artikel ini Anda mempunyai niatan yang kuat untuk beralih menggunakan opensource. Salam. :)

Baca selengkapnya...

Instalasi Ubuntu Pada Virtual Machine

PDF

Hello bloggers, jika Anda ingin mencoba Ubuntu tapi takut merusak sistem operasi yang sudah berjalan di komputer Anda, maka kamu bisa mencoba menginstal Ubuntu pada lingkungan virtualisasi. Lingkungan virtualisasi yang saya maksud adalah dengan menginstal virtual machine terlebih dahulu pada sistem operasi yang Anda pakai.

Dengan memakai virtual machine, seolah-olah Anda mempunyai sebuah PC kosong yang siap diinstal sistem operasi apa pun yang kompatibel dengan kemampuan virtual machine tersebut. Ada banyak lingkungan virtualisasi, seperti VirtualBox, VMware, dan Microsoft Windows Virtual PC. Pada kesempatan kali ini saya akan menggunakan produk milik VMware yakni VMware Player.

VMware Player adalah virtual machine versi gratis dari VMware. Anda dapat mengunduhnya langsung dari situs resmi VMware. Setelah Anda menginstal VMware Player, silakan Anda buka VMware Player dan ikuti tahap-tahap penginstalan Ubuntu pada virtual machine berikut ini :

1. Klik "Create a New Virtual Machine".

Create a New Virtual Machine in VMware Player


2. Pilih "Installer disc image file (iso)" dan masukkan letak file .iso Ubuntu yang ada di komputer Anda. Pada kesempatan ini saya telah mengunduh Ubuntu versi 10.10 edisi desktop dengan code name Maverick Meerkat. Lalu klik Next.

Memasukkan lokasi file .iso Ubuntu ke dalam VMware


3. Lalu masukkan "Full name", "User name", "Password", dan "Confirm" password di atas. User name dan Password ini akan digunakan untuk login ke dalam sistem operasi Ubuntu Anda kelak. Lalu klik Next.

Memasukkan nama lengkap, username dan password saat instal Ubuntu di VMware


4. Kemudian masukkan "Virtual Machine name" dan lokasi ("Location") di mana file virtualisasi Anda akan disimpan pada komputer Anda. Lalu klik Next.

Menetapkan nama Ubuntu virtual machine dan lokasinya di komputer


5. Pada jendela "Specify Disk Capacity" silakan Anda masukkan "Maximum disk size" untuk Ubuntu yang akan Anda virtualisasi. Jika Anda kurang mengerti, biarkan mengikuti rekomendasi dari VMware. Lalu klik Next.

Menentukan besaran kapasitas disk untuk Ubuntu virtual machine pada VMware


6. Pada jendela ini berstatus "Ready to Create Virtual Machine" dan berikut summary-nya. Anda dipersilakan untuk meng-"Customize Hardware..." versi virtual machine. Jika tidak yakin, silakan klik Finish untuk berlanjut ke proses instalasi Ubuntu pada lingkungan virtualisasi milik Anda.

Summary untuk lanjut ke tahap instalasi Ubuntu setelah membuat virtual machine pada VMware


7. Tunggu beberapa saat, sampai dengan tampilan layar di VMware Player Anda seperti di bawah ini, dan silakan Anda tunggu sampai dengan proses instalasi Ubuntu selesai di virtual machine -- berhubung proses ini cukup lama, Anda dipersilakan untuk rehat sejenak :D

Tahap instalasi Ubuntu pada virtual machine dimulai pada VMware


8. Jika Anda melihat tampilan layar di virtual machine seperti di bawah ini :

Fase di mana proses instalasi Ubuntu hampir selesai


Silakan Anda tunggu sampai proses instalasi benar-benar selesai, atau dengan kata lain abaikan dialog untuk login ke dalam sistem operasi Ubuntu yang sedang diinstal sampai dengan tampilan user interface (UI) untuk login ke dalam Ubuntu seperti di bawah ini :

Tampilan untuk login ke dalam Ubuntu yang telah selesai terinstal


9. Sampai dengan tampilan di atas berarti instalasi Ubuntu di lingkungan virtualisasi yang Anda buat berjalan sukses. Silakan login dengan mengklik user yang sudah Anda buat dengan password yang sudah Anda tentukan.

Login ke dalam Ubuntu


10. Dan setelah Anda login ke dalam Ubuntu, maka tampilan layar desktop akan seperti ini :

Tampilan desktop Ubuntu virtual machine pada VMware


Tampilan di atas juga saya tampilkan aplikasi "gedit" yang berfungsi sebagai text editor layaknya notepad di Windows. Jika Anda shutdown di Ubuntu, maka virtual machine akan mati juga layaknya mematikan sebuah PC. Untuk menjalankan kembali, silakan buka VMware Player Anda, lalu pilih sistem operasi yang Anda telah buat (dalam contoh ini adalah Ubuntu Virtual) lalu klik "Play virtual machine". Ada baiknya Anda mengkonfigurasi ulang sistem operasi Ubuntu Virtual Anda dengan mengklik "Edit virtual machine settings", tetapi jika Anda kurang yakin dan kurang paham, silakan Anda abaikan. Selamat mencoba! :)

Baca selengkapnya...

Distro Linux: Ubuntu

PDF

Hello bloggers, bukan seperti biasanya saya membuat artikel tentang opensource, namun karena dukungan saya yang besar terhadap pengaplikasian opensource di Indonesia, maka saya mulai saat ini akan memulai artikel-artikel yang menarik tentang opensource. Dimulai dari yang saya bisa tentunya, hehe... Selama ini saya menggunakan sistem operasi Ubuntu di notebook saya. Ubuntu itu salah satu distro Linux berbasis Debian. Ubuntu disponsori oleh Canonical Ltd yang dimiliki oleh seorang kosmonot asal Afrika Selatan, Mark Shuttleworth. Ubuntu mempunyai arti "rasa perikemanusian terhadap sesama manusia", makna ini diambil dari sebuah konsep ideologi di Afrika Selatan. Ubuntu dapat digunakan secara bebas.


Kenapa saya memakai Ubuntu? Dikarenakan Ubuntu adalah sistem operasi yang saya anggap paling mudah dipelajari. Tidak hanya berdasarkan menurut saya saja, tetapi juga berdasarkan data di DistroWatch.com yang menunjukkan bahwa distro Ubuntu adalah yang paling diminati dan digunakan di antara distribusi linux lainnya di seluruh dunia.

Secara rutin Ubuntu dirilis tiap 6 (enam) bulan sekali, dimulai pertama kali pada bulan Oktober 2004. Dengan dukungan yang besar baik itu dari kalangan komunitas pengguna Ubuntu di tiap negara maupun dari dukungan para ahli dan profesional, saya berkeyakinan bahwa distro ini akan selalu tumbuh dan berkembang tanpa batasan karena distribusinya yang bebas.

Ubuntu dirilis dalam 3 (tiga) edisi, yakni Ubuntu Desktop Edition, Ubuntu Server Edition, dan Ubuntu Netbook Edition. Ubuntu juga memiliki banyak versi, antara lain:
1. Edubuntu, Ubuntu untuk pendidikan;
2. Kubuntu, Ubuntu dengan KDE;
3. Lubuntu, Ubuntu dengan LXDE;
4. Xubuntu, Ubuntu dengan Xfce;
5. Sabily (Ubuntu Muslim Edition);
6. Ubuntu Christian Edition;
7. Buddhabuntu (Ubuntu Buddhist Remix); dan
8. Fluxbuntu.

Ubuntu bebas diunduh di Ubuntu.com, dan jangan lupa bloggers, kalau Anda takut mencoba Ubuntu (atau distro linux lainnya) hanya karena takut tak bisa mengoperasikannya. Ingatlah dahulu sebelum Anda memakai sistem operasi berbayar yang sekarang kalian pakai, dulu juga Anda tak langsung bisa memakainya kan? Semua butuh tahap pembelajaran jika kita ingin bisa, yang penting adalah niat yang kuat untuk bisa. Saya bisa, kenapa Anda tidak? Selamat mencoba! :)

Baca selengkapnya...

Di Belakang Layar


Blog ini milik Aprillio Latuminggi.
"Dilarang mengambil konten yang ada di sini tanpa izin ybs.
Ayo kita gali kreativitas dan kemurnian sebuah blog. Jangan hanya copy-paste kawanku.
Semua usaha harus dihargai jika kamu juga ingin dihargai."
Page copy protected against web site content infringement by Copyscape Latuminggi: You Comment I Follow Web directory Indonesia, daftarkan situs internet anda disini

DarwinsWeb.com has further information about Teknologi. Blog Directory

Directory World Get Gold Prospecting today. This site is listed under Masyarakat Directory

Alnect computer Blog Contest


Spread Firefox Affiliate Button

Blogwalkers Box

Komentar Terbaru

Teman M.O.L